Sabtu, 25 Februari 2023

Mengerjakan Aksi Nyata di Platform Merdeka Mengajar

 Aksi Nyata dapat dilakukan jika Anda telah selesai mempelajari materi pada suatu topik Pelatihan Mandiri hingga Post Test. Untuk mengerjakan Aksi Nyata, perhatikan langkah berikut ini: 

  1. Baca persyaratan lulus validasi Aksi Nyata pada artikel ini
  2. Memilik topik Aksi Nyata di platform Merdeka Mengajar
  3. Melakukan Aksi Nyata di lapangan 
  4. Menuangkan aktivitas Aksi Nyata ke dokumen tertulis  
  5. Mengunggah dokumen Aksi Nyata dalam format PDF ke platform Merdeka Mengajar 

Memilih Topik Aksi Nyata di Platform Merdeka Mengajar

Dalam mengerjakan aksi nyata, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih topik Aksi Nyata yang sudah disediakan di platform Merdeka mengajar. Berikut caranya:

1. Klik Pilih Aksi Nyata

Topik-Detail-Aksi_Nyata.jpg

2. Pilihan topik Aksi Nyata akan muncul. Anda bisa membaca rincian atau panduan pada setiap topik untuk membantu Anda dalam menentukan Aksi Nyata yang akan dilakukan. Klik Baca rincian. 

Aksi_Nyata-Pilihan__1_.jpg

3. Baca dengan saksama rincian pada tiap topik Aksi Nyata dan tentukan topik yang ingin dipilih.

  • Jika Anda tidak ingin memilih topik tersebut, silakan klik Lihat pilihan lain dan Anda akan diarahkan kembali untuk melihat daftar topik Aksi Nyata.

Untitled_design__3_.png

  • Jika Anda sudah yakin dengan satu topik Aksi Nyata, maka klik Pilih Aksi Nyata ini

Untitled_design__4_.png

4. Setelah memilih topik Aksi nyata, klik Selanjutnya 

Aksi_Nyata-Pilihan-Sticky_Button.jpg

Melakukan Aksi Nyata di Lapangan dan Tuang dalam Dokumen Tertulis

5. Lakukan atau praktikan Aksi Nyata sesuai panduan yang ada. Kemudian tuangkan aktivitas Aksi Nyata Anda ke dokumen tertulis. Anda bisa menggunakan aplikasi word processor seperti Microsoft Word, Pages, dan lain sebagainya, lalu ubah dokumen ke format PDF dengan ukuran maksimal 10 MB.

Pastikan isi dokumen Aksi Nyata sesuai panduan, yaitu:

  • Aktivitas sesuai dengan topik Aksi Nyata 
  • Memuat dokumentasi saat melakukan Aksi Nyata 
  • Menuangkan buah pikiran personal hasil karya Anda sendiri (hindari plagiarisme)

6. Selanjutnya, klik Mulai Lengkapi

Aksi_Nyata-Instruksi-_2.jpg

7. Geser tombol Aksi Nyata sudah dilakukan ke kanan, lalu klik Ya, Lanjut

Untitled_design__5_.png

Mengunggah Dokumen Aksi Nyata ke Platform Merdeka Mengajar

8. Isi Lembar Aksi Nyata:

  • Unggah dokumen Aksi Nyata Anda dalam format PDF maksimal 10 MB dengan cara klik Pilih File
  • Isi Judul Aksi Nyata 
  • Ceritakan secara singkat Aksi Nyata yang anda lakukan di kolom yang tersedia 
  • Ceritakan pembelajaran yang Anda dapatkan saat melakukan Aksi Nyata
  • Klik ikon kotak untuk memberi tanda centang sebagai pernyataan bahwa Aksi Nyata yang Anda buat adalah karya pribadi (bukan plagiat) dan sudah sesuai dengan panduan.
  • Klik Kumpulkan

Untitled_design__6_.png

9. Selamat, Aksi Nyata Anda berhasil dikumpulkan. Kemudian klik Lihat Aksi Nyata

Aksi_Nyata-Selesai_Kumpul__1_.jpg

10. Minta umpan balik pada rekan sejawat dengan membagikan Aksi Nyata Anda yang sudah diunggah ke platform Merdeka Mengajar. Klik ikon bagikan yang ada di kanan atas atau klik Bagikan Aksi Nyata yang ada di bagian bawah halaman.

 

Detail_Aksi_nyata.jpg 

11. Selanjutnya, Anda bisa menunggu Aksi Nyata Anda divalidasi. Informasi proses validasi Aksi Nyata bisa dilihat pada halaman ini.

 

Anda juga dapat melihat simulasi video dalam mengunggah lembar Aksi Nyata seperti di bawah ini.

 

Cara Masuk atau Log In ke Platform Merdeka Mengajar

 Platform Merdeka Mengajar adalah platform yang diperuntukkan bagi guru dan kepala sekolah. Oleh karena itu, untuk mendapatkan manfaat platform secara keseluruhan Anda memerlukan akses masuk/login dengan:

  • Akun belajar.id (contoh: namaakun@guru.smp.belajar.id) bagi guru dan kepala sekolah yang berada di bawah naungan Kemendikbudristek dan terdata di Dapodik. 
  • Akun madrasah (contoh: namaakun@madrasah.kemenag.go.id) bagi guru madrasah yang berada di bawah naungan Kemenag.

Informasi lebih lanjut mengenai daftar domain Akun belajar.id yang bisa masuk/login ke platform Merdeka Mengajar dapat melihat pada artikel Daftar Domain Akun belajar.id Milik PTK yang Bisa Masuk/Login ke Platform Merdeka Mengajar.

Namun jangan khawatir, bagi Anda yang tidak dapat masuk/login ke platform Merdeka Mengajar dapat menonton video-video yang ada di Video Inspirasi dan Bukti Karya.

Berikut ini adalah langkah-langkah masuk/login ke platform Merdeka Mengajar. Namun perlu diketahui, terdapat sedikit perbedaan cara pada versi aplikasi Android dan versi situs web. Silakan klik tab di bawah ini untuk melihat perbedaanya.

 

1. Buka aplikasi Merdeka Mengajar pada ponsel Android Anda 

2. Klik tombol Masuk, yang bisa Anda temukan di dua tempat berikut: 

  • Pada halaman Beranda, geser layar ke bawah hingga menemukan tombol Masuk, atau

WhatsApp_Image_2022-10-14_at_10.42.15.jpeg

  • Masuk ke Pengaturan 

WhatsApp_Image_2022-10-14_at_10.55.49.jpeg

3. Bagi pengguna aplikasi Merdeka Mengajar versi 1.25.0 ke atas, Anda wajib menyetujui Kebijakan Privasi dan Persyaratan Layanan dengan mencentang tanda kotak. Lalu klik tombol Masuk 

Screenshot_2023-01-27-11-23-35-313_id.belajar.app.jpg

Bagi pengguna aplikasi Merdeka Mengajar versi 1.25.0 ke bawah, Anda dapat langsung klik tombol Masuk

WhatsApp_Image_2022-08-18_at_14.35.43.jpeg

4. Pilih akun.

  • Jika Anda sudah pernah masuk, silakan pilih akun yang sudah terdaftar, misalnya pada gambar di bawah ini adalah akun Guru Satu. Maka, Anda akan langsung berhasil masuk ke aplikasi Merdeka Mengajar.
  • Jika Anda ingin masuk dengan akun yang belum ada di daftar pilihan akun, silakan pilih Tambahkan akun lain.

WhatsApp_Image_2022-08-18_at_14.37.01.jpeg

5. Bagi Anda yang memilih Tambahkan akun lain, Anda akan diarahkan untuk mengisi email dan kata sandi (password). Pastikan email yang dimasukkan adalah akun dengan domain belajar.id atau madrasah.kemenag.go.id. Klik Berikutnya.

WhatsApp_Image_2022-08-18_at_14.44.50.jpeg

6. Masukan kata sandi, lalu klik Berikutnya.

WhatsApp_Image_2022-08-18_at_14.51.26.jpeg

7. Klik Saya setuju dan Anda berhasil masuk ke aplikasi Merdeka Mengajar.

WhatsApp_Image_2022-08-18_at_14.55.16.jpeg

.

 

Anda dapat mengunduh panduan instal dan masuk ke platform Merdeka Mengajar dalam format PDF

Materi PPKn Kelas 8 Bab 5 "Sumpah Pemuda dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

 


SUMPAH PEMUDA DALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA

A.  Arti dan Makna Sumpah Pemuda dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia

1.    Peran Perjuangan Pemuda dalam Organisasi Kepemudaan
Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Pada tahun 1908, bangsa Indonesia mulai bangkit.

Berdirinya Budi Utomo mendorong bermunculannya organisasi Pemuda, seperti berikut.

1)   Trikoro Dharmo (TK)
Trikoro Dharmo didirikan oleh R. Satiman Wiryosanjoyo, dkk. di Gedung STOVIA Jakarta pada tahun 1915. Trikoro Dharmo merupakan cikal bakal Jong Java. Trikoro Dharmo memiliki tiga visi mulia, yaitu: sakti berarti kekuasaan dan kecerdasan, budi berarti bijaksana, dan bhakti berarti kasih sayang. Visi ini kemudian dikembangkan dalam tiga tujuan Trikoro Dharmo sebagai berikut.
a.     Mempererat tali persaudaraan antar siswa-siswi Bumi Putra pada sekolah menengah dan kejuruan.
b. Menambah pengetahuan umum bagi anggotanya. 
c. Membangkitkan dan mempertajam peranan untuk segala bahasa dan budaya.
Indonesia memiliki peran yang sangat menentukan dalam perkembangan kehidupan bangsa Indonesia.

B.  Memaknai Semangat Kejuangan Pemuda dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia
Sejarah mencatat beberapa pejuang nasional yang berjuang dan meninggal di usia muda. Para pahlawan tersebut di antaranya sebagai berikut.

1.    Wage Rudolf Supratman
Wage Rudolf Supratman lahir pada tanggal 19 Maret 1903, di Purworejo, dan wafat pada tanggal 17 Agustus 1938 ketika berusia 35 tahun. Lagu ciptaan Supratman berjudul ”Indonesia Raya” menjadi lagu kebangsaan negara Indonesia.

2. Chairil Anwar
Chairil Anwar adalah penyair Angkatan ‘45 yang terkenal dengan puisinya yang berjudul ”Aku”. Berkat puisinya itu, ia memiliki julukan ‘Si Binatang Jalang’. Chairil lahir di Medan, 26 Juli 1922.

3.    Wolter Monginsidi
Wolter Monginsidi merupakan Pahlawan Nasional Indonesia yang ikut memperjuangkan kemerdekaa Indonesia.  Beliau  lahir  di  Manado,  pada  14 Februari 1925 dan wafat di usia 24 tahun pada 5 September 1949. Semangat Juang Wolter Muda muncul  karena  melihat  penjajahan  di  Bumi Pertiwi  yang  tiada  berkesudahan  dan  makin menjadi-jadi. Banyak perlawanan terhadap penjajah yang dipimpin  oleh  Wolter  muda  ini.  Pada  tanggal 28 Februari 1947, ia ditangkap oleh bala tentara Belanda di Sekolah SMP Nasional Makassar. Wolter Monginsidi  kemudian  dipenjara.  Kakinya  dirantai dan dikurung di balik terali besi.
huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apa pun pada bendera negara; dan
e.     memakai bendera negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan bendera negara.

2)   Bahasa
Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa resmi negara dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 bersumber dari  bahasa  yang  diikrarkan  dalam  Sumpah  Pemuda  tanggal  28  Oktober  1928 sebagai bahasa persatuan yang dikembangkan sesuai dengan dinamika peradaban bangsa. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi antardaerah dan antarbudaya daerah. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, komunikasi tingkat nasional, pengembangan kebudayaan nasional,  transaksi  dan  dokumentasi  niaga,  serta  sarana  pengembangan  dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa media massa.

3) Lambang Negara
Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. Memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang mewujudkan lambang tenaga pembangunan.

Garuda memiliki sayap yang masing-masing berbulu 17, ekor berbulu 8, pangkal ekor berbulu 19, dan leher berbulu 45. Di tengah-tengah perisai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan khatulistiwa. Pada perisai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46, terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar Pancasila sebagai berikut.
a. Sila pertama dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima.
b. Sila kedua dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai.
c. Sila ketiga dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai.
d. Sila keempat dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai.
e. Sila kelima dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan atas perisai.

4)   Lagu Kebangsaan
Lagu Kebangsaan adalah lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman. Lagu Kebangsaan wajib diperdengarkan dan/atau dinyanyikan:
a.    Untuk menghormati presiden dan/atau wakil presiden serta bendera negara pada waktu pengibaran atau penurunan Bendera Negara yang diadakan dalam upacara.
b.   Dalam acara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Dalam acara ataupun kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi, Olah raga internasional dan seni internasional yang diselenggarakan di Indonesia, dan lain sebagainya.


Demikianlah ringkasan materi PPKn Kelas 8 Bab 5 tentang ""Sumpah Pemuda dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika"

Semoga bermanfaat.

Sumber: Surya Saputra, Lukman et al. 2017. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP/MTs Kelas VIII Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kemendikbud

Aksi nyata modul 1.2

Berikut adalah link aksi nyata modul 1.2 program guru penggerak angkatan 9 Link aksi nyata modul 2.1